Kutuk Aksi Terorisme, Rabithah Alawiyah: Waspadai Ajaran dan Ideologi!

Banua.co, JAKARTA – Organisasi para habaib, Rabithah Alawiyah mengutuk aksi-aksi terorime yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Untuk itu Dewan Pimpinan Pusat Rabithah Alawiyah mengeluarkan surat pernyataan sikap secara resmi yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Habib Zen Umar Sumaith dan Sekretaris Jenderal Habib Husin Alatas.

Berdasarkan rilis yang diterima Republika, Ahad (4/4), dalam surat pernyataan sikap tersebut terdapat enam poin sikap DPP Rabithah Alawiyah sebagai berikut:

  1. Menyatakan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang telah menimbulkan korban jiwa dan materi.
  2. Mengutuk segala bentuk aksi teror yang jelas-jelas tidak sesuai dengan ajaran agama manapun. Aksi teror adalah tindakan yang tidak boleh mendapat tempat, terutama di negara kita tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Mengajak masyarakat, terutama generasi muda, agar waspada atas ajaran atau ideologi tertentu yang mengajak pada aksi teror. Ajaran atau ideologi yang mengedepankan kekerasan dan teror tersebut bertentangan dengan prinsip ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi besar Muhammad SAW.
  4. Mendukung aparat untuk mengusut tuntas peristiwa ini dengan adil, tegas, dan profesional dalam menindak segala aksi teror. Rabithah Alawiyah percaya dengan profesionalisme polisi dalam memutus mata rantai teror secara adil.
  5. Hendaknya penegak hukum dan Pemerintah mampu menegakkan hukum yg adil bagi semua rakyat dan tidak memberikan stigma yg negatif kepada pihak-pihak tertentu, sehingga kebersamaan dan kesatuan bangsa ini tetap terjaga dengan baik.
  6. Mengimbau kepada segenap elemen bangsa agar memperkuat sinergi dan persatuan dalam melawan rentetan teror. Teror mesti dihadapi bersama dengan mengedepankan kewaspadaan, namun tanpa rasa takut dan meminimalkan perbedaan politik.
    Demikian pernyataan ini dibuat agar dijadikan pengingat dan semangat bersama dalam upaya untuk memperkuat sendi-sendi persatuan dan kesatuan negara Indonesia tercinta.
Ketua DPP Rabithah Alawiyah
Ketua DPP Rabithah Alawiyah, Habib Zein Umar Sumaith

Sementara, menurut situs resminya, Rabithah Alawiyah adalah sebuah organisasi yang dalam pembentukan awalnya bernama “Perkoempoelan Arrabitatoel-Alawijah”. Untuk mendapatkan legalitas, perkumpulan ini mengirimkan surat permintaan pengesahan bertanggal 8 Maret 1928 dan ditanda tangani oleh Sayid Muhamad bin Abdulrahman bin Syahab dan Sayid Achmad bin Abdullah Assagaf, masing-masing sebagai ketua dan sekretaris. Surat ditujukan kepada Tuan Besar Hindia Nederland, G.R. Erdbrink yang kemudian mengeluarkan jawaban mengakui bahwa “perkoempoelan Arrabitatoel-Alawijah” sebagai perkumpulan legal (rechtspersoon) pada tanggal 27 Desember 1928 yang dikeluarkan di Bogor.

Tujuan awal dari perkumpulan ini, seperti tertera di Statuten, adalah untuk berusaha memajukan bangsa Arab Hadrami secara jasmani dan ruhani, menguatkan tali persaudaraan antara golongan sayyid dan orang Arab Hadrami lainnya, mendidik anak piatu, menolong janda-janda dan orang yang tidak mampu bekerja dan fakir miskin, memelihara keturunan Sayyid dan setiap sesuatu yang berkaitan dengannya, melaksanakan dan menyebarkan pengajaran agama Islam dan bahasa Arab dan ilmu lainnya. Dan dari tujuannya adalah membangun hubungan dengan tanah asal Hadramaut dan penduduknya demi keamanan dan kemakmurannya.

Kabar pendirian perkumpulan ini menyebar hingga sampai ke Hadramaut, dan mendapatkan respon yang sangat baik di sana sebagaimana dimuat di koran Hadramaut edisi 131 tanggal 23 Jumada Al-Akhirah 1346 H bertetapan dengan 17 Desember 1927 M. Yang mana tanggal ini juga menunjukan bahwa pembentukan perkumpulan Arrabitatoel-Alawijah dilakukan sebelum tahun 1928, dan baru mendapatkan pengesahan dari Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 27 Desember 1928, dan setelah pembuatan akte pada tanggal 16 Januari 1928 M. di depan wakil notaris A.H. van Ophuijsen.

Editor: Shakira.

Baca Juga: Habib Hasan Syahab: NU Benteng Terakhir Negeri Ini!

Baca Juga: Habib Ali Husein Al ‘Ayderus: Semua Orang NU Adalah Keluarga Saya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *