Keramat Buya Uci Turtusi dan Misteri Tiga Ikat Singkong

Banua.co – Kisah keramat Buya Uci Turtusi mungkin sangat banyak. Beliau dikenal sebagai sosok ulama kharismatik dari Cilongok, Banten. Pengajiannya selalu dihadiri ribuan jamaah.

Semasa hidupnya, tidak sedikit para ulama yang meluangkan waktu untuk bersilaturahmi kepada Buya Uci Turtusi. Bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga para ulama mancanegara.

Secara nasab, Buya Uci Turtusi berdarah biru, bahkan keturunan salah seorang Wali Songo. Ayahnya Buya Dimyati bin KH Romli bin KH Ahmad Khaerun bin Raden Cimang Bin Raden Data Saen bin Tumenggung Kamil (Wulung Cilik) bin Pangeran Surya Bajra (Pangeran Surya Ningrat) Bin Pangeran Yuda Negara bin Sultan Maulana Hasanuddin, putra Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunun Jati.

Kendati putra seorang ulama, dalam menuntut ilmu semasa mudanya, Buya Uci sangat tawadhu. Ia selalu merahasiakan siapa ayahnya, agar perlakuan terhadap dirinya tidak dibedakan dengan santri lain. Akibatnya, beliau selalu berpindah-pindah pondok. Apabila di suatu pondok banyak yang tahu dia anak seorang kyai, maka Buya Uci Turtusi akan pindah ke pondok lain yang dia tidak dikenal.

Ada cerita unik terkait hal ini. Ketika itu Buya Uci Turtusi mondok di tempat Abuya Yusuf Caringin.

Ketawadhuan Buya Uci Turtusi.

Kala itu Lurah Kobong (pimpinan asrama) mendapati Buya UciTurtusi tidak ikut ngaji. Melihat santri tidak ngaji, Lurah Kobong marah. Dua menilai santri itu pemalas. Sudah tugas ketua asrama untuk menjaga disiplin para santri.

“Kamu tinggalnya di mana?”, Tanya Lurah Kobong mengintoregasi.

“Di Cilongok!” Jawab Buya Uci.

“Dekat dengan tempat Abuya Dimyathi?”, Tanya Lurah Kobong.

“Iya, dekat.”

“Kamu jangan bikin malu orang Cilongok! Ngaji yang bener. Kalau gak serius lebih baik pulang!” Tegas Lurah Kobong.

“Iya,” Jawab Buya Uci.

Belasan tahun berlalu. Jodoh manusia siapa yang tahu. Rupanya Lurah Kobong itu berjodoh dengan puteri Buya Dimyathi. Tepatnya adik Buya Uci.

Namun, di hari pernikahan, calon mempelai wanita belum mau naik ke pelaminan sebelum kakaknya datang. Akhirnya disepakatilah untuk menunggu kedatangan kakak calon mempelai wanita.

Betapa kagetnya mantan Lurah Kobong. Ketika kakak calon isterinya yang ditunggu-tunggu itu datang. Ternyata dia adalah santri yang pernah dimarahinya belasan tahun silam. Iya, ternyata santri itu adalah putra Buya Dimyathi.

Buya Uci Turtusi dikenal sebagai sosok yang mempunyai keramat. Keramat Buya Uci Turtusi bukan hanya ketika dia sudah menjadi ulama, tapi bahkan ketika masih santri.

Baca Lanjutannya: Keramat Buya Uci Turtusi dan Misteri Tiga Ikat Singkong

Baca Juga: Manaqib Sayyidatina Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *