Berkat Sedekah Dua Potong Roti, Menjadi Kaya dan Masuk Surga

Syekh Ahmad tidak tega. Dan entah kenapa, terbayang di kepalanya surga diturunkan ke bumi. Sesiapa yang memberi makan janda dan anak yatim itu dipersilakan masuk surga.

“Ambillah roti ini. Sungguh aku tidak memiliki uang. Bahkan sebenarnya di rumahku ada orang yang lebih memerlukan roti ini,” ujar Syekh Ahmad.

Wanita itu menerima dua potong roti sedekah Syekh Ahmad sambil menangis. Sementara, wajah anaknya terlihat cerah. Membayangkan perutnya yang berhari-hari kelaparan di akhirnya akan terisi makanan.

Karena tidak bisa membawa apa-apa untuk anak isterinya, Syekh Ahmad batal pulang ke rumah. Ia berkeliling lagi, berusaha mencari rejeki. Utamanya menawarkan rumahnya.

Sesampainya di suatu tempat di mana sebelumnya dia bertemu Abu Nashr yang memberikan dua potong roti, Syekh Ahmad berhenti.

Tiba-tiba, Abu Nashr datang lagi. Kali ini dengan wajah begitu ceria.

“Hei ayahnya Muhammad,” Abu Nashr berseru. “Kenapa kau masih ada di sini? Di rumahmu ada banyak uang dan harta!”

“Subhanallah. Apa yang kau katakan Abu Nashr?” tanya Ahmad.

“Itu ada seorang pria datang dari Khurasan. Dia mencari ayahmu atau ahli warisnya. Ia datang membawa banyak harta!”

“Memangnya kenapa?”, tanya Syekh Ahmad.

“Katanya dia itu pebisnis dari Bashrah. Tiga puluh tahun silam ayahmu pernah menitipkan harta kepadanya. Tapi dia bangkrut dan hartanya habis, termasuk harta titipan ayahmu. Kemudian dia pergi ke Khurasan. Di sana dia berusaha lagi, akhirnya sukses dan kaya. Kini dia datang ke Bashrah ini ingin membayar hutang-hutangnya. Ia ingin mengembalikan harta ayahmu dan hasil keuntungannya!”, cerita Abu Nashr panjang lebar.

Tentu saja Syekh Ahmad sangat kaget bercampur gembira. Berkat sedekah, dia mendapat harta dari jalan yang tidak terkira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *