Manaqib Sayyidatina Khadijah binti Khuwailid

Membaca manaqib Sayyidatina Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu’anha menurut beberapa ulama dari kalangan Ahlussunnah Waljamaah, khususnya setiap tanggal 11 bulan Ramadan mengundang beberapa keutamaan. Diantaranya, diluaskan rejeki yang halal, diberi kekayaan dari jalan yang tidak disangka. Bila pembacanya seorang pedagang, maka Allah anugerahi laba yang banyak dan halal serta mudah urusannya. Bila ia seorang berpangkat atau memiliki jabatan, Allah akan menaikkan pangkatnya. Bila seorang penuntut ilmu, Allah akan menganugerahi ilmu ladunni.

Oleh: Khairullah Zain

Khairullah ZainKeutamaan membaca manaqib wanita mulia ini telah masyhur dan banyak yang mengamalkannya. Bahkan, konon mujarab bagi siapapun yang sedang dalam kesusahan, misalnya menanggung banyak hutang.

Dikatakan, bila seseorang membaca manaqib isteri pertama Rasulullah Saw ini dan -bila mampu- disertai menyembelih kambing kemudian menyedekahkan dagingnya, dengan niat pahalanya untuk Sayyidatina Khadijah, niscaya Allah meluaskan rejekinya hingga terbayar hutangnya plus dikabulkan hajatnya.

Wallahu A’lam, kita tidak sedang hendak meneliti kebenaran dari keyakinan yang mentradisi ini. Silakan mau meyakininya ataupun tidak. Tapi menurut penulis, setiap umat Muslim layak untuk menelaah riwayat hidupnya, karena Khadijah adalah Ummul Mukminin alias ibu orang-orang beriman. Masak anak tidak mengenal sejarah hidup ibunya. Tidak elok bukan?

Menarik, ketika suatu kali Sayyidatina Aisyah merasa cemburu, disebabkan seringnya Rasullullah Saw menyebut dan menceritakan tentang Sayyidatina Khadijah. Padahal wafatnya telah lama berlalu. Apa jawab Nabi? “Dia beriman kepadaku saat semua orang mengingkariku, membenarkan aku selagi semua orang mendustakanku, menyerahkan hartanya kepadaku selagi semua orang menahannya, Allah menganugerahiku anak darinya selagi wanita selainnya tidak memberikannya kepadaku!”

Nah, seperti apakah gerangan Khadijah? Bagaimana perjalanan hidupnya?

Baiklah, mari kita simak bersama perjalanan hidup seorang wanita yang pernah mendapat salam dari Allah Swt dan disampaikan oleh malaikat Jibril, ”Jika dia datang, sampaikan salam kepadanya dari Rabb-nya, dan sampaikan kabar tentang sebuah rumah di surga, yang didalamnya tidak ada hiruk pikuk dan keletihan”. Demikian diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Abu Hurairah Ra.

Nasab dan Kelahiran

Nama lengkapnya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Pada Qushai ini nasabnya bertemu dengan suaminya. Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wa aalih wa sallam bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin ‘Abdu Manaf bin Qushai.

Ibunya adalah Fatimah binti Za’idah, berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy.

Catatan sejarah masa kecil dan masa muda wanita mulia ini sulit ditemukan. Sejarawan hanya mencatat bahwa dia dilahirkan lebih dahulu dari Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wa sallam. Umurnya lebih tua kisaran 15 tahun dari suaminya tersebut.

Isyarat dalam Mimpi

Suatu malam, Khadijah bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat sesuatu yang sangat menakjubkan. Matahari berputar-putar di atas kota Makkah, kemudian turun ke bumi. Dia terus memperhatikan matahari itu mendekat hingga sampai ke pemukiman penduduk. Ajaib, ternyata matahari itu masuk ke rumahnya. Cahayanya sangat terang dan agung. Membuatnya terkagum. Di tengah kekagumannya, tiba-tiba Khadijah terbangun.

Penasaran apa makna mimpi yang menakjubkan tersebut, Khadijah mendatangi sepupunya yang dikenal sebagai orang berilmu dan shalih, Waraqah bin Naufal.

Diceritakannya secara detil mimpinya. Waraqah mendengarkan dengan seksama. Pria yang sering membaca kitab-kitab generasi sebelumnya itu berkomentar:

“Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat”.

Khadijah binti Khuwailid menyimpan cerita mimpinya. Tidak ada tahu rahasianya, selain dirinya dan Waraqah bin Naufal.

Waktu pun berlalu. Dua kali dia menikah, namun tafsir mimpi dari sepupunya belum jua terbukti. Entah benar apa tidak, dia mulai melupakannya.

Baca Selanjutnya: Isyarat Mimpi Menjadi Nyata.


One thought on “Manaqib Sayyidatina Khadijah binti Khuwailid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *