Paribasa Banjar: Kaya Paku Lantak di Papan

Banua.co – Kaya Paku Lantak di Papan, salah satu paribasa dan ungkapan bubuhan Banua banjar. Apa maksudnya, simak dalam refleksi budaya berikut ini

Oleh: Noorhalis Majid

Screenshot 20210331 074156 1 150x150 - Paribasa Banjar: Kaya Paku Lantak di PapanKeinginan yang tidak bisa diubah-ubah lagi. Tetap pendirian, tidak dapat digeser oleh apapun. Yakin bahwa yang diputuskan sudah tepat, walau dibujuk – dirayu, tidak akan membatalkannya, sudah bulat keinginan, itulah yang dimaksud kaya paku lantak di papan.

Seperti paku, sekali pukul langsung tertancap kuat lengket di papan, begitu artinya. Paku yang ditancapkan pada papan, biasanya kepala pakunya pun dimasukan hingga tidak terlihat. Agar kaki tidak merasakan adanya paku pada permukaan papan.

Dipinjam sebagai perumpamaan, menggambarkan satu keinginan, cita-cita, satu tujuan yang tidak mungkin dapat diubah, layaknya paku dalam papan yang tidak bisa digeser, apalagi dicabut. Setidaknya tidak mudah mencabutnya.

Pendirian yang sangat kuat, laksana paku yang sulit dilepas, menancap kuat tak tergoyahkan. Apalagi bila pendirian tersebut berubah menjadi prinsif, tidak mungkin dapat bergeser. Dan sesuatu yang sudah menjadi prinsif, memang jangan mudah berubah. Tidak tepat dinyatakan prinsif bila sedikit ada persoalan, ujian, cobaan atau tekanan, langsung berubah – tidak kuat mempertahankannya.

Kalau korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi satu prinsif yang harus ditolak, jangan lagi mudah goyah. Jangan hanya bicara – pidato anti korupsi dengan sangat hebat, saat ada kesempatan ternyata ikut juga melakukan. Atau melindungi tindak dan praktik korupsi, karena terjadi di lingkungannya sendiri. Begitu juga, kalau kelestarian dan keadilan ekologi menjadi prinsif, apapun praktik yang merusak lingkungan, tidak akan toleran.

Prinsif, adalah satu komitmen yang tidak boleh digeser oleh apapun, walau langit runtuh, kalau sudah menjadi prinsif, jangan kendor. Kemauan – kemampuan menaikkan keinginan menjadi prinsif, sangat diperlukan, agar tidak mudah goyah.

Ungkapan ini memberikan pelajaran, bila satu keinginan sudah diyakini untuk diwujudkan, jangan lagi mudah berubah. Tetapkan saja, bahkan bila perlu, jadikan prinsif hidup. Yakinlah keinginan tersebut dapat terwujud dengan kerja keras – tekat yang kuat.

Tidak ada keinginan atau prinsif dapat diwujudkan dengan nyata, tanpa satu kerja keras. Kalau sudah yakin, jangan lagi berubah – bergeser – tergoda. Tetap saja pada pendirian, kaya paku lantak di papan. (nm)

Paribasa Banua Banjar berikutnya: Manyambung Puntung (Rokok) Handap.

Simak Paribasa Banjar lainnya: Kandal Kulit Pada Isi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *