Paribasa Urang Banjar: Jawaban Takasak

Banua.co – Jawaban Takasak, pernah mendengar ungkapan tersebut? ‘Jawaban Takasak’ adalah salah satu ungkapan atau paribasa urang Banjar. Apa maksudnya, simak ulasan berikut.

Oleh: Noorhalis Majid *)

Paribasa Urang BanjarMemaksakan jawaban, padahal tidak tepat – sama sekali tidak menjawab apa yang dipersoalkan. Sekedar memberikan jawaban – tanggapan, walau tidak sesuai. Bahkan jawaban yang diberikan dipaksakan, seolah seperti itulah penjelasannya, padahal jauh dari apa yang dimaksudkan, itulah yang dimakna jawaban takasak.

Jawaban terdesak – kepepet, begitu artinya. Sering kali ada pertanyaan yang harus dijawab segera. Atau dipaksa menjawab hal yang tidak diketahui persis, hanya tahu permukaan – kulit luarnya saja. Dijawablah apa adanya. Dikarang, sebisa merangkai jawaban. Karena tidak mengetahui, jawaban bisa tepat, bisa pula jauh dari substansinya – dipaksakan, tidak sesuai apa yang diharapkan, akhirnya tidak memenuhi harapan.

Ungkapan ‘Jawaban Takasak’ ini muncul, mungkin karena banyak orang yang memaksakan diri untuk menjawab segala persoalan. Padahal boleh jadi tidak semua persoalan diketahuinya. Sehingga tentu saja tidak tahu persis apa jawabannya. Seolah serba tahu, pasang badan untuk memberikan penjelasan. Nampaklah jawaban tersebut asal bunyi (asbun), bahkan berani berbohong, asal menjawab.

Dalam kehidupan sosial, sering ditemukan ada yang asal menjawab apa yang ditanyakan. Memberikan penjelasan layaknya seorang ahli. Padahal tidak memiliki ilmunya. Dikaranglah jawaban sesuai imajinasi – daya khayalnya. Ngelantur, akhirnya tidak menjawab persoalan. Tetap saja mengambang dan terus mencari jawaban yang tepat.

Ungkapan ‘Jawaban Takasak’ ini memberikan pelajaran, kalau ada pertanyaan yang harus dijawab, carilah ahli sesuai pertanyaan tersebut.

Kalau yang ditanyakan soal kesehatan, cari ahli Kesehatan menjawabnya, bukan ahli montir. Kalau dipersoalkan tentang teknologi komputer, mintalah jawaban ahli Komputer atau teknologi informasi, bukan dijawab oleh ahli agama – penceramah, nanti jawabannya salah.

Tidak semua orang ahli pada semua bidang. Mungkin ada yang serba tahu, tapi pasti tidak semua hal bisa didalami dengan sempurnya. Lima atau enam bidang tentu bisa dikuasai, namun untuk semua bidang, rasanya mustahil.

Begitu luasnya ilmu dan pengetahui yang ada di muka bumi, ketika ada pertanyaan, mintakan jawabannya pada seorang yang benar-benar ahli, agar memperoleh penjelasan memadai. Jangan asal jawab, apalagi menjawab sekenanya saja – asbun, jawaban takasak. (nm)

*) Penulis adalah Kepala Ombudsman RI perwakilan Kalsel.

Simak Paribasa Banua Banjar lainnya: Kaya Paku Lantak di Papan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *