Satgas Pencegahan Money Politik Catut Logo NU, Ini Kata Pengurus NU Kalsel

Banua.co, BANJARMASIN – Adanya mobil yang memakai sticker Satgas Pencegahan Money Politik yang catut atau menggunakan logo NU, membuat pihak Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Kalimantan Selatan atau Pengurus NU Kalsel buka suara.

Dalam keterangannya, Wakil Ketua Tanfidziah PW NU Kalsel, Muhammad Hafizh Ridha mengatakan pihak Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan tidak pernah membentuk tim satgas terlebih ikut dalam berpolitik praktis.

Catut Logo NU
Mobil Berstiker Satgas Pencegahan Money Politik Nahdlatul Ulama ditengarai catut logo NU

Bahkan, Hafizh Ridha menyampaikan sampai saat ini mereka belum menemukan siapa oknum pembuat dan yang bertanggung jawab dalam tim yang catut logo NU tersebut.

“Sampai detik ini terkait Satgas ini, buat ini kami tidak tau siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang membuat ini beserta spanduk yang mengatas namakan NU,” ujarnya.

Menurut Hafizh Ridha, pada dasarnya NU tidak berpolitik praktis. Karenanya NU Kalsel tidak pernah menganjurkan apalagi membentuk satgas tersebut.

“Kami pun mempertanyakan disini legal siapa yang bertanggung jawab, kami tidak ingin adanya perselisihan dan saling lapor melapor dan saat ini kami tegaskan kami tidak pernah membentuk dan mengajurkan itu dan kami tidak pernah menunjuk,” terang Ketua Lakpesdam PWNU Kalsel ini.

Sementara, dilansir dari klikkalsel.com, seorang warga bernama Khairil melapor ke Polda Kalsel atas penganiayaan yang dilakukan oknum yang menumpangi mobil berstiker Satgas Pencegah Money Politik Nahdlatul Ulama.

Ditreskrimum Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), langsung melakukan penyelidikan atas laporan pencegatan dan dugaan ancaman kekerasan oleh pengemudi dan penumpang mobil berstiker Satgas Pencegahan Money Politik,

Sabtu (5/6/2021) dini hari. Mobil korban dan mobil diduga pelaku yang diamankan dilakukan penggeledahan oleh polisi di Markas Polda Kalsel.

Tampak dua orang kuasa hukum calon Gubernur Kalsel, Denny Indrayana yaitu, M Isrof Parhani dan Jurkani serta belasan orang berpakaian rompi hitam H2D (Haji Denny Difri) menyaksikan proses ini.

Isrof tampak pro aktif meminta polisi memeriksa seluruh isi mobil korban yang dicegat Satgas Pencegahan Money Politik tersebut. Alhasil tidak ada temukan uang seperti yang ditudingkan terhadap korban.

Baca Juga: Satgas Pencegahan Money Politik Nahdlatul Ulama, Ilegal?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *