Bahas Beasiswa Santri, Ketua RMI Banjarbaru Kunjungi Ketua Umum PP RMI PBNU

Banua.co, BANJARBARU – Membicarakan beasiswa bagi santri,  Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Kota Banjarbaru Ustadz Edy Setyo Utomo mengadakan silaturahmi dengan Ketua Umum Pengurus Pusat RMI PBNU KH Abdul Goffar Rozin, di Pondok Pesantren Matholi’ul Fallah Kajen Pati (Senin, 07/06/2021).

Kiai Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin adalah putra dari ulama asal Pati, KH Mohammad Sahal Mahfudz. Gus Rozin mengikuti jejak sang ayah sebagai pengurus Pondok Pesantren Ma’had Aly Fi Ushul Al-Fiqh.

Sebelumnya, Pengurus Pusat (PP) Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) bersama dengan PP NU Care-Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shadaqah (LAZISNU) menggelar webinar dengan tema ‘LPDP dan Beasiswa Santri’. Webinar yang digelar pada Jumat (18/12/2020) itu dihadiri Rionald Silaban, Direktur Utama Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP), KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua PP RMINU, dan KH Achmad Sudrajat, Ketua PP NU Care-LAZISNU.

RMI2 - Bahas Beasiswa Santri, Ketua RMI Banjarbaru Kunjungi Ketua Umum PP RMI PBNU

Rionald Silaban, Direktur Utama LPDP mengungkapkan bahwa LPDP adalah sebuah lembaga yang tidak hanya mendanai beasiswa melainkan juga riset. Dana LPDP diambil dari dana abadi pendidikan Anggaran Perencanaan Belanja Negara (APBN) yang tidak boleh di investasikan.

“Alokasinya 51 triliun rupiah, dan kuota pada tahun 2019 kemarin ada 293 santri penerima. Paling banyak mereka melakukan studi di Eropa juga di dalam negeri,” katanya.

Lain halnya dengan KH Achmad Sudrajat Ketua PP NU Care-LAZISNU menuturkan banyak santri yang kompeten dan memiliki kemauan yang kuat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.

“Banyak santri dan ustadz di pondok pesantren yang kompeten, namun perlu adanya peningkatan kapasitas diri. Maka dari itu, selain di Ma’had Aly dan kampus-kampus pesantren, mereka bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Dengan itu saya yakin Indonesia maju, dan indeks pembangunan manusia meningkat,” jelasnya.

Senada dengan itu, KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua PP RMINU mengatakan bahwa santri memiliki semangat yang begitu besar dalam pendidikan. Oleh karena itu, santri juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan sampai ke luar negeri.

“Selama ini beasiswa lewat Kementerian Agama kuotanya hanya 270 penerima. Itu amat sangat jauh dari kebutuhan. Karena ada semacam kecenderungan santri mempunyai semangat yang besar untuk melanjutkan studi,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi yang lebih mendalam kepada pesantren terkait LPDP.

“Kita memahami santri kurang mendapat informasi terkait LPDP. Nanti kami bisa menjembatani antara LPDP dan santri untuk melakukan sosialisasi ke pondok pesantren yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya.

Menindaklanjuti webinar beasiswa santri itulah, Ustadz Edy Setyo Utomo yang juga dosen tetap di Universitas Nahdlatul Ulama Kalsel mengadakan kunjungan ke pada Gus Rozin.

“Alhamdulillah  saya bisa bersilaturahmi dengan Gus Rozin. Beliau menyempatkan ketemu,  diantara kesibukan beliau . Meskipun waktu yang terbatas,  banyak hal yang kita diskusikan,  diantaranya adalah tindak lanjut beasiswa bagi santri yang akan melanjutkan ke S2 dan S3 baik dalam maupun luar negeri, pembelajaran  saat pandemi, Liga Santri Nusantara (LSN) dan lain – lain,”  ujar Ustadz Edy kepada Banua.co.

Kami mendoakan dan berharap program – program yang direncanakan oleh Pengurus Pusat,  bisa tertransformasi ke Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang ” pungkasnya.

Sementara, Rabithah Ma’ahid Islamiyah atau disingkat RMI adalah adalah lembaga di bawah nanungan bendera Nahdlatul Ulama dengan basis utama pondok pesantren yang mencapai + 14.000 buah di seluruh Indonesia. Lembaga ini lahir sejak 20 Mei 1954 dengan nama Ittihad al-Ma’ahid al-Islamiyah yang dibidani oleh KH. Achmad Syaichu dan KH. Idham Kholid.

Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama 2010 Bab V Pasal 18 huruf c menyebutkan bahwa Rabithah Ma’ahid Islamiyah adalah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. Disinilah RMI berfungsi sebagai katalisator, dinamisator, dan fasilitator bagi pondok pesantren menuju tradisi mandiri dalam orientasi menggali solusi-solusi kreatif untuk Negeri.

Rabithah Ma’ahid Islamiyah berpijak pada upaya pengembangan kapasitas lembaga, penyiapan kader-kader bangsa yang bermutu, dan pengembangan masyarakat.

Editor: Shakira

Baca Juga: Ketua Umum RMI Soroti Dampak Covid-19 Bagi Pesantren.

Baca Juga: Pimpinan Umum Darussalam: Jangan Remehkan Santri!

Baca Juga: Semangati Santriwati, Pimpinan Darussalam: Tidak Mustahil Menjadi Menteri!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *