PBNU Instruksikan Shalat Ghaib Untuk KH Nawawi Abdul Djalil

Banua.co, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU instruksikan shalat ghaib untuk KH A Nawawi Abdul Djalil. Ulama sepuh yang juga Mustasyar PBNU ini wafat pada Minggu (13/06/2021).

Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan tersebut wafat dalam perawatan di RSUD Bangil akibat sakit asam lambung dan tifus.

Di kepengurusan Nahdlatul Ulama, Kiai Nawawi bin Abdul Djalil Sidogiri adalah Mustasyar (Penasehat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Beliau termasuk salah seorang dari sembilan orang kiai sepuh yang dipercaya sebagai tim Ahwa pada Muktamar ke-33 NU tahun 2015 di Jombang.

Tim Ahwa adalah singkatan dari Ahlul Halli wa Aqdi, yang mempunyai wewenang memilih dan mencabut mandat pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama atau Rais Syuriah PBNU.

Atas wafatnya ulama sepuh Nahdliyin ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU instruksikan agar melaksanakan shalat ghaib, pembacaan Yasin dan Tahlil untuk almarhum.

Baca Juga: Bagaimana Seharusnya Memaknai Wafatnya Ulama?

Instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk melaksanakan shalat ghaib ditujukan kepada seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, Pengurus Lembaga dan Badan Otonom, dan Asosiasi Pesantren di Bawah Naungan RMI-NU di seluruh Indonesia.

Surat Instruksi PBNU untuk melaksanakan shalat ghaib dikeluarkan dengan nomor surat 5129/C.I.34/06/20021, tertanggal 2 Dzulqa’dah 1442 / 13 Juni 2021, yang berbunyi:

“Sehubungan dengan hal tersebut, PBNU dengan ini menginstruksikan kepada seluruh Pengurus Wilayah, Cabang, Lembaga, Badan Otonom, Nahdlatul Ulama dan Pondok Pesantren di semua tingkatan untuk menyelenggarakan shalat ghaib, pembacaan Yasin dan Tahlil untuk Almarhum”.

PBNU Instruksikan Shalat Ghaib Untuk KH Nawawi Abdul Djalil
PBNU Instruksikan Shalat Ghaib Untuk KH Nawawi Abdul Djalil, Mustasyar PBNU.

Sementara, sebelum wafatnya dikabarkan KH A Nawawi Abdul sempat mendapatkan perawatan selama empat hari di RS Lavalette Malang. Mustasyar PBNU ini menghembuskan nafas terakhir di RSUD Bangil, Pasuruan kisaran pukul 14.40, Minggu 13 Juni 2021.

Rencananya, KH Nawawi akan dimakamkan di Komplek Pondok Pesantren Sidogiri, pondok pesantren besar yang selama ini diasuhnya.

KH A Nawawi Abdul Jalil menjadi pengasuh ponpes Sidogiri sejak tahun 2005 silam. Ponpes Sidogiri di Pasuruan adalah salah satu ponpes tertua di Jawa

Editor: Shakira.

Baca Juga: KH A Nawawi Abdul Djalil Ternyata Cicit Pengarang I’anatuth Thalibin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *