Kurban Seekor Kambing Untuk Sekeluarga, Sah?

Banua.co – Apakah kurban seekor kambing sudah mencukupi untuk sekeluarga? Bukankah katanya kurban seekor kambing hanya cukup untuk satu orang saja? Mari kita diskusikan bersama.

Oleh: Khairullah Zain *)

IMG 20200822 WA0044 1 150x150 - Kurban Seekor Kambing Untuk Sekeluarga, Sah?Pada prinsipnya, kurban seekor kambing hanya mencukupi untuk satu orang, sebagaimana kurban seekor unta atau sapi mencukupi maksimal untuk tujuh orang.

Bila beberapa orang patungan membeli seekor kambing dan berniat untuk kurban mereka, maka kurbannya tidak sah. Hukumnya hanya menjadi sedekah biasa, tidak mendapat keutamaan pahala kurban.

Dalam Bughyah Al Mustarsyidin disebutkan:

  وَلاَ نَعْلَمُ لَهُ مُخَالِفًا عَدَمَ جَوَازِ التَضْحِيَّةِ بِالشَّاةِ عَنْ أَكْثَرَ مِنْ وَاحِدٍ

Dan kami tidak mengetahui adanya pendapat yang berbeda bahwa tidak boleh berkurban dengan seekor kambing untuk lebih dari satu orang.

Namun, bila yang berniat kurban hanya satu orang saja, tapi pahalanya untuk mereka semua, maka semuanya mendapatkan bagian pahala.

Penjelasan lebih rinci dapat kita lihat dalam Hasyiyah Al Baijuri:

قوله وتجزئ الشاة عن شخص واحد أي لا عن أكثر منه 

فلو اشترك مع غيره فيها لم تكف ، نعم لو ضحى عنه وأشرك غيره معه في ثوابها لم يضر ، وكذلك لو ضحى عنه وعن أهله فلا يضر ، وعلى ذلك حمل خبر مسلم ؛ ضحى رسول الله صلى الله عليه وسلم بكبشين وقال ؛ اللهم تقبل من محمد وآل محمد ومن أمة محمد 

Redaksi Fathul Qorib ‘…dan seekor kambing hanya memenuhi kurban satu orang saja’ maksudnya adalah: Tidak cukup untuk lebih dari satu orang. 

Maka andai seseorang berserikat (patungan) bersama orang lain pada seekor kambing, itu tidak cukup (memenuhi kesunnahan kurban). Namun, andai dia berkurban untuk dirinya saja, dan menyerikatkan orang lain bersamanya dalam pahalanya, tidak mengapa (sah kurbannya).

Demikian pula andai dia berkurban untuk dirinya dan keluarganya, maka tidak mengapa.

Atas makna inilah dipahami hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Rasulullah shalallahu’alaih wa aalih wa sallam telah berkurban dengan dua kibas dan beliau berkata, “Ya Allah, terimalah kurban dari Muhammad, dan dari keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad.”

Dalam redaksi di atas, ada kalimat ‘Demikian pula andai dia berkurban untuk dirinya dan keluarganya, maka tidak mengapa.’

Maksudnya adalah kurban seekor kambing hanya untuk satu orang itu bagi orang yang tidak mempunyai rumah tangga. Adapun orang yang mempunyai rumah tangga, maka kurban seekor kambing mencukupi untuk sekeluarga.

Dalam Hasyiyah Al Qalyubi wa ‘Umairah disebutkan:

وَمَنْ كَانَ لَهُ أَهْلُ بَيْتٍ حَصَلَتْ السُّنَّةُ لِجَمِيعِهِمْ ، وَكَذَا يُقَالُ فِي كُلِّ وَاحِدٍ مِنْ السَّبْعَةِ فَالتَّضْحِيَةُ سُنَّةُ كِفَايَةٍ ، لِكُلِّ أَهْلِ بَيْتٍ أَيْ وَسُنَّةُ عَيْنٍ لِمَنْ لَيْسَ لَهُ أَهْلُ بَيْتٍ

Dan sesiapa yang mempunyai rumah tangga, maka (kurban seekor kambing) terealisasi untuk mereka semua. Demikian pula dikatakan, setiap individu dari tujuh orang (yang berkurban sapi atau unta, mencukupi untuk satu rumah tangga). Karena hukum kurban sunnah kifayah bagi setiap rumah tangga, maksudnya (sebaliknya) sunnah ‘ain (individu) bagi orang yang tidak punya rumah tangga.

Kendati demikian, dalam Hasyiyah Jamal diperjelas bahwa yang dimaksud kurban seekor kambing cukup untuk sekeluarga adalah telah gugur tuntutan pelaksanaan sunnah dari mereka. Bukan bermakna jiwa mereka sudah tertebus dengan satu bagian kurban atau seekor kambing saja.

Berikut redaksinya:

وَالسُّنَّةِ لِلْكُلِّ بِمَعْنَى أَنَّهُ يَسْقُطُ الطَّلَبُ عَنْهُمْ لَا أَنَّهُ يَحْصُلُ لَهُمْ الثَّوَابُ الْمُسْتَلْزِمُ لِكَوْنِهَا فِدَاءً عَنْ النَّفْسِ وَإِنَّمَا هُوَ لِلْمُضَحِّي خَاصَّةً

Redaksi ‘…dan sunnah bagi setiap’ maksudnya adalah gugur tuntutan sunnah dari mereka. Bukan bahwa bagi mereka semua mendapatkan pahala istimewa dari berkurban, karena kurban adalah penebus jiwa. Pahala istimewa berupa tebusan jiwa ini hanya khusus untuk yang (berniat) kurban saja.

Gugurnya tuntutan sunnah bermakna seluruh anggota keluarga dalam rumah tangga tersebut tidak terkena hukum makruh sebab tidak melaksanakan kurban. Karena tuntutan melaksanakan sunnah sudah terealisasi dengan adanya satu orang yang berkurban.

Hemat penulis, rumah tangga yang mempunyai dana lebih, maka sebaiknya setiap orang di rumah tersebut satu bagian kurban ataupun seekor kambing. Tapi yang ekonominya terbatas, maka satu bagian kurban atau seekor kambing sudah mencukupi untuk sekeluarga. Wallahu A’lam.

*) Penulis adalah Pemerhati Fikih dan Sosial Masyarakat, Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Banjar.

Baca Juga: Menggabungkan Akikah dan Kurban? Ini Rincian Hukumnya.

Baca Juga: Distribusi Kurban ke Luar Daerah, Ini Hukum Fikihnya.
Klik di sini untuk membaca semua Artikel tentang Fikih Kurban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *