Inilah Penyebab Munculnya Hadis Palsu

Jika ingin mengetahui penyebab munculnya hadis palsu, maka kita perlu melihat sejarah ke belakang. Sebab permulaannya ada di masa-masa tersebut. 

Banua.co- Ketika mendalami kajian hadis, kita akan mendapati adanya hadis-hadis palsu yang bertebaran. Bahkan bukan hanya itu saja, kadang, tak jarang ketika berselancar di media sosial kita mendapati sebuah hadis yang dijatuhi hukuman ‘palsu atau maudhu’. Nah, sebenarnya, apa penyebab atau sebab apa sebab munculnya hadis palsu tersebut?

Penyebab Munculnya Hadis Palsu

Jika ingin mengetahui penyebab munculnya hadis palsu, maka kita perlu melihat sejarah ke belakang. Sebab permulaannya ada di masa-masa tersebut.

Dulu, yang disinyalir sebagai faktor utama munculnya hadis palsu adalah ramainya orang-orang non Muslim yang memeluk Islam. Di mana, tidak bisa kita pungkiri, bahwa masuknya mereka ke dalam Islam bisa saja memang murni karena tertarik terhadap Islam atau ingin menghancurkannya dari dalam.

Bahkan pada masa itu, ada juga yang memeluk Islam karena terpaksa tunduk pada kekuasaan yang memang dalam maa pemerintahan Islam. Golongan semacam ini dikenal dengan sebutan kaum Zindiq. Yakni kaum munafiq.

Selain itu, terjadi pula pertikaian politik di akhir pemerintahan Khalifah Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Dan masa-masa inilah benih-benih fitnah bermunculan. Yang juga berdampak pada maraknya pemalsuan hadis.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa poin sebab munculnya hadis palsu.

Hadis Palsu Muncul Karena Politik

Tidak dapat kita pungkiri, bahwa sebab munculnya hadis palsu yang paling pertama adalah faktor politik.

Pertentangan yang terjadi usai pembunuhan Khalifah Usman bin Affan oleh pemberontak kemudian digantikan dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib telah membuat umat saat itu berpecah belah demikian hebat.

Terdapat golongan yang akan menuntut atas kematian Khalifah Usman bin Affan, adapula golongan yang mendukung Khalifah Ali bin Abi Thalib. Kemudian, diikuti dengan Perang Siffin, yang akhirnya memunculkan beberapa golongan, seperti Khawarij dan Muawiyah. Di mana, masing-masing golongan merasa bahwa merekalah yang paling benar. Gerakan dan golongan merekalah yang sesuai dengan syariat. Semuanya ingin mempertahankan golongannya.

Ketika itu, cara yang dilakukan oleh mereka demi mendapatkan simpatisan adalah dengan menggunakan al-Quran dan Hadis. Sebab membawa nama agama dan dalil agama adalah cara termudah membodohi kaum awam. Dari sinilah kemudian hadis palsu mulai marak bermunculan. Semua dilakukan hanya ingin mendapatkan pembenaran atas apa yang mereka inginkan. Na’udzubillah.

Syiah Rafidhah misalnya, mereka memunculkan hadis-hadis palsu tentang kemuliaan Imam Ali, demi kepentingan kursi kepemimpinan. Demikian pula kelompok Khawarij, memunculkan hadis palsu untuk mendukung gerakan mereka.

Generasi selanjutnya, di zaman pemerintahan Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah, hadis palsu semakin ramai bermunculan. Baik dari pihak yang mendukung penguasa, maupun yang anti penguasa.

Hadis Palsu Muncul Sebab Kebencian dan Permusuhan

Sebab munculnya hadis palsu yang kedua adalah adanya kebencian dan permusuhan pada masa itu.

Keberhasilan Islam ternyata telah membuat banyak orang sakit hati. Untuk menghancurkannya, dibuatlah hadis-hadis palsu tersebut.

Adapun golongan yang membenci Islam dan mencoba menyebarkan hadis palsu kategori ini adalah kaum Zindiq, Yahudi, Majusi, dan Nasrani. Mereka adalah kaum yang lemah dan tidak berani terhadap Islam. Sehingga menempuh jalan secara diam-diam untuk menjatuhkan Islam. Contoh hadis palsu yang dibuat oleh mereka adalah, ‘Buah terong itu penawar bagi segala penyakit.’

Adapun tokoh yang terkenal dalam menyebarkan hadis palsu tersebut adalah Bayan bin Sam’an al-Mahdy, yang kelak dihukum mati oleh Khalif bin Abdillah, kemudian ada Muhammad bin Said al-Mashlub, dihukum mati oleh Abu Jafar al-Manshur, dan Abdul Karim bin Abi al-Auja.

Abdul Karim bin Abi al-Auja telah membuat dan menyebarkan 4000-an hadis palsu mengenai hukum halal dan haram. Yakni dengan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Muhammad bin Sulaiman, seorang Walikota Basrah pada masanya menjatuhi hukuman mati terhadapnya.

Dua faktor di atas merupakan faktor utama munculnya hadis-hadis maudhu’ atau hadis palsu.

Selain sebab munculnya hadis palsu yang disebutkan di atas, masih ada beberapa penyebab lainnya. Seperti faktor fanatik yang keliru, keinginan meraih popularitas, dan juga kebodohan.

Ibnu Qutaibah, seorang pakar sejarah politik yang hidup pada abad ke-4 Hijriyah mengemukakan bagaimana hadis palsu dikarang untuk menarik perhatian dan popularitas:

“Para pendongeng, mereka mengarahkan pandangan orang awam kepada mereka, kemudian mereka menyerukan kepada yang mereka miliki dengan hadits-hadits munkar dan palsu. Dan menjadi hal biasa bahwa orang-orang awam akan duduk dan mendengarkan tukang cerita jika ucapannya menakjubkan, melampaui pandangan akal, atau ucapan yang lembut yang membuat hati sedih.”

Untuk mengetahui hadis-hadis palsu, maka kita perlu mempelajari dan mendalami kajian ilmu hadis. Yang pasti, kritis dalam setiap menerima informasi, khususnya hadis.

Demikian beberapa sebab munculnya hadis palsu. Semoga Allah memberikan pemahaman yang mudah bagi kita semua. Semoga bermanfaat.

Penulis: Anita Aprilia.

Editor: Shakira.

Baca Juga: Manaqib Abu Hurairah Ra, Perawi Hadis Terbanyak.
Baca Juga: Kecerdasan Aisyah, Wanita Perawi Hadis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *