Peribahasa Banjar: Kaya Kura-Kura Ditimbai Ka Banyu

Seperti kura-kura dilempar ke air, begitu arti harfiah peribahasa Banjar ini. Dipinjam sebagai perumpamaan untuk melihat seseorang yang ditempatkan sesuai keinginan, minat dan bakatnya. 

Oleh: Noorhalis Majid*)

Screenshot 20210331 074156 1 150x150 - Peribahasa Banjar: Kaya Kura-Kura Ditimbai Ka BanyuBanua.co – Senang, penuh suka cita, karena ditempatkan pada lokasi yang memang disenangi, sesuai keinginannya. Baik dalam bentuk pekerjaan, jabatan, posisi dan kedudukan. Terasa sesuai dengan passion, sehingga ceria dalam memjalani hari-hari pekerjaan, itulah yang dimaksud kaya kura-kura ditimbai ka banyu.

Seperti kura-kura dilempar ke air, begitu arti harfiah peribahasa Banjar ini. Dipinjam sebagai perumpamaan untuk melihat seseorang yang ditempatkan sesuai keinginan, minat dan bakatnya.

Betapa senangnya kura-kura, ketika dilempar ke dalam air, ketemu dengan habitat aslinya. Begitu juga bagi orang yang ditempatkan dalam kedudukan yang ia impikan. Penuh kegembiraan dan akan menyambut dengan penuh semangat.

Terkadang, dalam berbagai penempatan jabatan, jarang sekali ditanyakan kepada yang bersangkutan, ingin bekerja dimana? Apa passion dia dalam bidang pekerjaan? Sehingga membantu dalam pencapiaan karir dan cita-citanya. Semuanya ditentukan sepihak oleh pimpinan, seolah paling tahu dalam menyusun komposisi, karena semua berorientasi pada kepentingan sang pimpinan, bukan kepentingan dan masa depan bawahan.

Bahkan dalam lingkup kecil, memilih sekolah atau kampus untuk anak, tidak pernah digali apa keinginannya. Hanya berdasarkan keinginan orang tua. Tidak melihat minat dan potensi anak.

Memang dalam soal menentukan sekolah – termasuk kampus, ada banyak kelemahan, terutama ketiadaan lembaga yang dapat menggali potensi dan minat anak, sebagai tempat berkonsultasi. Selain itu, tidak biasa demokratis – mendengarkan keinginan anak menggambil tanggungjawab pada masa depannya.

Akhirnya, berapa banyak anak yang sekolah atau kuliah tidak sesuai passionya, kalau pun berhasil diselesaikan, tidak banyak bermanfaat dalam dunia pekerjaan yang dipilihnya kelak.

Peribahasa Banjar ini menggambarkan betapa pentingnya passion dalam bekerja atau menentukan sekolah dan kuliah. Ternyata, bila sesuai dengan passionnya, akan membuat lebih cepat mewujudkan visi – misi yang telah dibangun sejak awal.

Setiap orang yang menyukai pekerjaan, akan melakukan apa pun dengan maksimal, tidak merasa sebagai beban. Begitu juga dengan sekolah dan kuliah, akan menjalaninya dengan penuh semangat, tidak sekedar menghabiskan waktu. Cocok sesuai keinginan, diungkapkan dalam peribahasa Banjar: kaya kura-kura ditimbai ka banyu. (nm)

*) Penulis adalah pemerhati Budaya Banjar, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel.

Baca Juga: Falsafah Hidup Orang Banjar: Bawa Batanang.

Refleksi Ungkapan Urang Banjar: Ma Uwas-uwasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *