I’tiqad Ahlussunnah Waljamaah dalam Menyikapi Sebab Akibat

Banua.co – Sangat penting mengetahui seperti apa i’tiqad Ahlussunnah Waljamaah dalam menyikapi hukum sebab akibat. Karena bisa jadi seseorang mengaku sebagai pengikut Ahlusunnah Waljamaah, namun ternyata dalam berkeyakinan justeru i’tiqadnya bertolak belakang.

Penting dicatat bahwa salah dalam berkeyakinan sangat fatal akibatnya. Jauh lebih fatal ketimbang salah dalam syari’at. Salah dalam i’tiqad riskan membawa seseorang kepada kekafiran.

Nah, seperti apa i’tiqad Ahlussunnah Waljamaah menyikapi hukum sebab akibat atau hukum kausalitas?

Sebelumnya, menurut Imam Ad Dasuqi, ada empat kelompok manusia dalam menyikapi hukum kausalitas alias sebab akibat.

I’tiqad Kelompok Pertama

ﻓﻤﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺍﻥ ﺍﻻﺳﺒﺎﺏ ﺍﻟﻌﺎﺩﻳﺔ ﺗﺆﺛﺮ ﻣﺴﺒﺒﺘﻬﺎ ﺑﻄﺒﻌﻪ ﻭﺫﺍﺗﻬﺎ ﻭﺍﻟﻼﺯﻡ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻋﻘﻠﻲ ﻫﺬﺍ ﻛﺎﻓﺮ ﺍﺟﻤﺎﻋﺎ

Di antara mereka ada yang meyakini bahwa sebab memberi bekas (dampak/akibat) kepada yang disebabkan olehnya dengan tabiat dan zatnya sendiri, juga ada kelaziman antara keduanya (sebab akibat) secara akal.

Menurut kesepakatan ulama, keyakinan seperti ini kafir.

I’tiqad Kelompok Kedua

ﻭﻣﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻋﺘﻘﺪ ﺍﻥ ﺍﻻﺳﺒﺎﺏ ﺍﻟﻌﺎﺩﻳﺔ ﺗﺆﺛﺮ ﻓﻲ ﻣﺴﺒﺒﺘﻬﺎ ﺑﻘﻮﺓ ﺍﻭﺩﻋﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺍﻟﺘﻼﺯﻡ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﻋﺎﺩﻱ ﻭﻫﺬﺍ ﻓﻲ ﻛﻔﺮﻩ ﻗﻮﻻﻥ ﻭﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻋﺪﻡ ﻛﻔﺮﻩ

Di antara mereka ada yang meyakini bahwa sebab yang biasa terjadi memberi bekas (akibat) pada yang disebabkan olehnya dengan adanya kekuatan dari Allah yang di letakkan pada sebab tersebut dan saling melazimi antara keduanya (sebab akibat) secara kebiasaan.

Keyakinan seperti ini ada yang mengatakan kafir. Namun pendapat yang shahih mengatakan tidak kafir.

I’tiqad Kelompok Ketiga

ﻭﻣﻨﻬﻢ ﻳﻌﺘﻘﺪ ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺆﺛﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺒﺒﺎﺕ ﺍﻟﻌﺎﺩﻳﺔ ﻛﺎﻻﺣﺮﺍﻕ ﻭﺍﻟﺮﻱ ﻭﺍﻟﺸﺒﻊ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪه اﻻ ﺍﻧﻪ ﻳﻌﺘﻘﺪ ﺍﻥ ﺍﻟﻤﻼﺯﻣﺔ ﺑﻴﻦ ﺍﻻﺳﺒﺎﺏ ﻭﺍﻟﻤﺴﺒﺒﺎﺕ ﻋﻘﻠﻴﺔ ﻻﻳﻤﻜﻦ ﺗﺨﻠﻔﻬﺎ

Di antara mereka ada yang meyakini bahwa yang memberi bekas pada yang yang disebabkan (akibat) seperti terbakar, hilang haus, dan kenyang adalah hanya Allah sendirian. Namun dia meyakini bahwa kelaziman antara sebab dengan yang disebabkan olehnya (akibat) adalah pasti secara akal dan tidak mungkin menghindarinya.

ﻭﻫﺬﺍ ﻏﻴﺮ ﻛﺎﻓﺮ ﺍﺟﻤﺎﻋﺎ ﺍﻻ ﺍﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻻﻋﺘﻘﺎﺩ ﺟﻬﻞ ﻭﺭﺑﻤﺎ ﺟﺮﻩ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻜﻔﺮ

Keyakinan seperti ini menurut kesepakatan ulama tidaklah kafir.

Hanya saja keyakinan seperti ini adalah kebodohan (dalam keimanan). Terkadang kebodohan ini membawa kepada kekafiran.

I’tiqad Kelompok Keempat.

ﻭﻣﻨﻬﻢ ﻣﻦ ﻳﻌﺘﻘﺪ ﺍﻥ ﺍﻟﻤﺆﺛﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺒﺒﺎﺕ ﺍﻟﻌﺎﺩﻳﺔ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺣﺪﻩ ﻭﺍﻥ ﺍﻟﻤﻼﺯﻣﺔ ﻭﺍﻟﻤﻘﺎﺭﺓ ﺑﻴﻦ ﺍﻻﺳﺒﺎﺏ ﻭﺍﻟﻤﺴﺒﺒﺎﺕ ﻋﺎﺩﻱ ﻳﻤﻜﻦ ﺗﺨﻠﻔﻪ ﺑﺎﻥ ﻭﺟﺪ ﺍﻟﺴﺒﺐ ﺩﻭﻥ ﺍﻟﻤﺴﺒﺐ ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻻﻋﺘﻘﺎﺩ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﻨﺠﻲ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻫﻮ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ

Di antara mereka ada yang meyakini bahwa yang memberi bekas pada yang disebabkan (akibat) adalah hanya Allah semata. Dan bahwa kelaziman antara sebab dengan akibat hanya faktor kebiasaan saja yang masih mungkin berbeda hasilnya, dengan -misalnya- adanya sebab tanpa akibat. Maka inilah keyakinan yang selamat di sisi Allah. Inilah i’tiqad Ahlussunnah Waljamaah.

Dari empat kelompok manusia di atas, menurut Imam Ad Dasuqi hanya kelompok terakhir alias keempat saja yang i’tiqadnya sesuai dengan i’tiqad Ahlussunnah Waljamaah.

Dalam Hasyiyah atas kitab Kifayatul Awam, Syekh Ibrahim Al Baijuri menuliskan simpulan tentang i’tiqad Ahlussunnah Waljamaah dalam menyikapi hukum kausalitas alias sebab akibat sebagai berikut:

ومن هذا الدليل يعلم أنه لا تاثير لشيئ من النار و السكين والأكل والإخراق والقطع والشيع بل الله تعالى يخلق الإخراق في الشيئ الذى مسته النار عند مسها له ويخلق القطع في الشيئ الذى باشرته السكين عند مباشرتها له ويخلق الشبع عند الأكل والرى عند الشرب

Dari dalil ini diketahui bahwa api, pisau, makanan, membakar, memotong, kenyang, tidaklah memberi bekas (akibat). Bahkan hanya Allah Ta’ala yang menciptakan terbakarnya sesuatu yang disentuh api, bertepatan ketika api menyentuhnya. Allah yang menciptakan terpotongnya sesuatu yang disentuh pisau ketika pisau menyentuhnya. Allah yang menciptakan kenyang ketika makan dan hilang haus ketika minum.

Penulis: Khairullah Zain.

Editor: Shakira.

Baca Juga: Ini Sikap Ahlussunnah Waljamaah Menghadapi Pemerintah Zalim!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *