Salurkan Daging Kurban ke Pedalaman, LazisNU Kalsel Tempuh Jalur Sungai

Banua.co, BARABAI – Demi menyalurkan daging kurban ke pedalaman Kalimantan Selatan, LazisNU Kalsel rela menempuh jalur sungai. Hal ini disampaikan Ketua LazisNU Kalsel, Muhammad Saufi kepada Banua.co, Kamis (22/07/2021).

“Kami menyalurkan daging kurban ke pedalaman HST melalui jalur sungai, tepatnya ke Majelis Taklim Ad Dhiya, Desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan, ” ujar Saufi.

Pelaksanaan ibadah kurban tahun 1442 Hijriyah ini, LazisNU Kalsel menyalurkan kurban dari program Berkah Qurban BPKH RI – NU CARE LAZISNU.

“Penyaluran ini tersebar ke 10 titik di pedalaman HST. Kami menyalurkan mulai dari mendaki gunung di desa Batu Panggung sampai naik perahu susuri sungai di Desa Kayu Rabah Kecamatan Pandawan,” terang Saufi.

Penyaluran daging kurban hingga ke kawasan pedalaman ini membuaf warga muslim di desa Kayu Rabah terharu. Pimpinan Majelis Ad Dhiya, KH Abdurrahman bahkan mengaku salut dengan pengorbanan para relawan LazisNU yang menyampaikan program Berkah Qurban 1442 H ini.

“Memang ada yang menyalurkan daging kurban, tapi tidak sampai ke desa kami ini pembagian dagingnya,” ujarnya sambil terharu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada BPKH RI dan NU Care LazisNU yang telah menyampaikan penyaluran qurban ini ke majlis dan desa kami.” Pungkasnya.

Pemotongan hewan kurban dan penyaluran dagingnya dilaksanakan LazisNU Kalsel dimulai dari tanggal 21-22 Juli 2021 atau tepatnya di hari tasrik. Hal ini kata Saufi, mematuhi adanya edaran Menteri Agama yang menghimbau agar pemotongan dan penyaluran kurban dilaksanakan pada hari Tasrik demi menghindari kerumunan.

Terpisah, menanggapi edaran Menag yang menghimbau agar pemotongan hewan kurban dan penyaluran daging dilakukan pada hari Tasrik, pemerhati fikih dan sosial masyarakat Ustadz Khairullah Zain mengatakan hal ini sangat bijaksana.

Menurut alumnus jurusan Fiqhiyyah Ma’had Aly Darussalam ini, mayoritas ulama fikih membolehkan penyembelihan kurban beberapa hari setelah Idul Adha.

“Ada lima pendapat ulama mengenai batasan hari penyembelihan hewan kurban. Dari yang berpendapat boleh hingga dua hari setelah Idul Adha hingga boleh selama bulan Dzulhijjah. Intinya, mayoritas tidak membatasi hanya pada hari dul Adha”, ujarnya.

Memang menurut Ustadz Khairullah Zain ada pendapat ulama yang membatasi penyembelihan kurban hanya pada hari Idul Adha, tapi pendapat ini tidak dijadikan ikutan oleh umat Islam.

“Ada satu pendapat sebagaimana di kutip Imam An Nawawi yang tidak membolehkan menyembelih hewan kurban selain di hari raya Idul Adha alias hari Nahr, yaitu pendapat seorang Tabi’in bernama Ibnu Sirrin. Namun pendapat ini dinilai lemah dan tidak mendapat pengikut,” Pungkasnya.

Editor: Shakira.

Baca Juga: 5 Pendapat Ulama tentang Hari Penyembelihan Hewan Kurban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *