Paribasa Manimba Jukung Miris, Ini Maksudnya!

Banua.co – Termasuk Paribasa Banua: ‘Manimba Jukung Miris’. Apa sih maksud dari paribasa bubuhan banua Banjar ini? Simak ulasan berikut ini!

Oleh: Noorhalis Majid *)

Screenshot 20210331 074156 1 150x150 - Paribasa Manimba Jukung Miris, Ini Maksudnya!Melakukan pekerjaan sia-sia. Habis tenaga, pikiran dan dana untuk mengerjakannya, tapi tidak membuahkan hasil, hanya kesia-siakan belaka. Walau nampak serius melakukannya, segala upaya dikerahkan, namun tidak menjadikan apapun, itulah perumpamaan paribasa Banua: manimba jukung miris.

Menimba – membuang air di perahu yang bocor, itulah arti harfiahnya. Bila perahu dalam keadaan bocor, pasti air masuk menggenangi. Sekalipun ditimba, air akan terus masuk, kecuali lubang pada perahu ditambal terlebih dahulu. Terkadang, sudah tahu perahunya bocor, air tetap ditimba, tanpa menambalnya terlebih dahulu. Beranggapan, lajunya air ditimba kalah banyak dengan yang masuk, perahu masih bisa berfungsi, walau harus terus menimba dan akhirnya tetap tenggelam.

Begitu juga dalam hidup, mestinya yang sia-sia tidak perlu dikerjakan. Bagaimana yang sia-sia itu? Mengecet balok es adalah pekerjaan sia-sia, tidak perlu dikerjakan. Atau menggarami lautan, juga pekerjaan sia-sia, untuk apa dilakukan?

Contoh-contoh tersebut tentu sangat kontras, sangat nampak bahwa hal itu sia-sia. Dalam keseharian, terkadang tidak sadar ada yang percuma dilakukan, tapi tetap dikerjakan. Sekedar memenuhi kesenangan, hobby, dan berbagai kepuasan lainnya. Tidak perlu disebutkan bagaimana contohnya, karena contoh-contoh tersebut sangat relatif, tergantung cara pandang. Bila sudah menyangkut hobby, sulit parameternya – tidak berlaku asumsi kesia-siaan.

Paribasa manimba jukung miris ini tentu tidak menyindir soal memuaskan hobby yang menurut orang tertentu dianggap tidak ada gunanya, tapi menurut yang lain sangat bermakna.

Secara umum, paribasa manimba jukung miris ini memberi pelajaran, jangan melakukan yang sia-sia – sesuatu yang percuma. Karena itu, pikirkan asas manfaatnya. Apakah bermanfaat bagi diri sendiri, bagi keluarga, dan bagi manusia dan lingkungan hidup secara umum. Kalau tidak memberi manfaat pada siapapun, lebih baik tinggalkan saja.

Paribasa manimba jukung miris, juga bermakna memahami yang prioritas – menyelesaikan yang lebih utama, terutama hal yang menimbulkan masalah besar – problem nyata di depan mata.

Lubang bocor pada perahu adalah masalah utama dan besar, karena menyangkut keselamatan penumpang. Jangan mengerjakan yang lain, sebelum menuntaskan yang utama. Masih banyak yang bermanfaat dan harus dikerjakan, jangan buang waktu efektif secara percuma, laksana manimba jukung miris. (nm)

*) Penulis adalah Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Selatan, Pemerhati Budaya Banjar.

Baca Juga: Paribasa Banjar: Kaya Cina Kakaraman.

4 thoughts on “Paribasa Manimba Jukung Miris, Ini Maksudnya!

  • 9 Agustus 2021 pada 16:05
    Permalink

    I аm truly thankful to the holder of this site who
    has ѕhaгed this fantastic paraɡraph at at this place.

    Balas
  • 10 Agustus 2021 pada 16:48
    Permalink

    Eνerything iѕ νеrү open with a really clear expⅼanation of the іssues.
    It waѕ definitely informative. Your sitе is very uѕeful.
    Tһanks for sharing!

    Balas
  • 11 Agustus 2021 pada 08:28
    Permalink

    І am really inspired tοgether with your writing talents and also
    with the structure to your blog. Is tһаt this a paid topic or did you customіze it your sеlf?

    Either way keeр up the nice high quality writing, it’s rare to see a
    niсe weblog like this one nowadays..

    Balas
  • 15 Agustus 2021 pada 02:27
    Permalink

    Quality artiϲles or reviews is the main to attract tһe users tօ
    visit the site, that’s what this website is providing.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *