Pengembangan Ekonomi Syariah, Maruf Amin Bidik Pesantren

Banua.co, JAKARTA – Wakil Presiden Indonesia, KH Maruf Amin membidik pesantren sebagai wadah pengembangan ekonomi syariah. Dia menyatakan bahwa pesantren memiliki potensi untuk pengembangan ekonomi syariah.

Menurut Kyai Maruf, saat ini ada sekitar 30 ribu pesantren di Indonesia dengan kurang lebih empat juta santri. Jumlah tersebut kata Kyai Maruf merupakan jumlah yang besar dan bisa menjadi salah satu potensi pengembangan ekonomi syariah.

“Pembangunan ekonomi bukan sekadar kebutuhan, tetapi termasuk perintah Allah. Mengembangkan ekonomi adalah (termasuk) masalah agama yang sesuai dengan perintah syariah,” ujar Kyai yang pernah menjabat sebagai Rais Syuriah PBNU ini dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Agustus 2021 silam.

Kyai Maruf menyinggung Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menyebutkan pesantren memiliki posisi strategis yakni sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah, dan sekaligus lembaga pemberdayaan masyarakat.

Selama ini KH Maruf Amin memang terkenal sebagai pejuang ekonomi syari’ah. Berdirinya bank-bank syariah di Indonesia tidak terlepas dari peran Kyai Maruf.

Setelah menjabat sebagai Wakil Presiden, Kyai Ma’ruf bersama Presiden Jokowi berupaya terus mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

Pemerintah kemudian membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Pembentukan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 28 tahun 2020. Ada empat hal yang menjadi fokus pembentukan KNEKS tersebut. Yaitu pengembangan industri halal. Kemudian pengembangan industri keuangan, pengembangan dana sosial masyarakat islam, dan yang keempat pengembangan usaha bisnis syariah.

“Potensi kita besar begitu juga dana dana sosial masyarakat seperti wakaf. Oleh karena itu pemerintah punya komitmen kuat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah,” jelasnya.

Editor: Shakira.

Baca Juga: Keterlibatan Tunji Setta Mendirikan Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *