Bantu Korban Banjir di Kalteng, DSA Rahayu Percaya LazisNU

Banua.co, MARTAPURA – Bantu korban banjir di Kalteng, komunitas DSA Rahayu percayakan penyaluran bantuan kepada Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LazisNU) Kabupaten Banjar.

Untuk itu, ketua komunitas, Pak Mukhtar bersama beberapa anggota mendatangi gedung NU Kabupaten Banjar yang langsung diterima oleh Ketua PCNU Banjar Kiai Nuryadi Baseri dan Sekretaris LazisNU Kabupaten Banjar, Rusdinnor, Senin (20/09/2021).

Mukhtar mengatakan komunitas DSA Rahayu mempercayakan penyaluran bantuan untuk korban banjir di Kalteng kepada LazisNU karena lembaga di tubuh NU ini sudah terbukti kredibilitasnya.

“Memang mulanya beberapa teman ada yang mengusulkan penyaluran bantuan via lembaga lain, namun akhirnya kami sepakat menyalurkan via LazisNU,” ujarnya.

Menanggapi Mukhtar, Kiai Nuryadi Baseri mengungkapkan bahwa jaringan NU ada di mana-mana. Karenanya mempercayakan penyaluran bantuan via Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah NU akan lebih mudah.

“Kami tinggal mengontak NU di daerah bencana untuk menyalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya,” ujarnya.

“Kemaren kami memberangkan beberapa orang untuk menyerahkan bantuan langsung ke Kalteng,” lanjutnya.

Sementara, komunitas DSA Rahayu adalah sekumpulan driver ojek online yang umumnya beroperasi di sekitar Jalan Rahayu dan Jalan Panglima Batur, perbatasan Kabupaten Banjar dengan Banjarbaru. DSA sendiri adalah akronim dari Driver Satu Aspal.

“Kami biasa mangkal di Jalan Panglima Batur, di seberang majlis kopi atau warung nasi padang begadang,” cerita Mukhtar.

“Dulunya ada dua komunitas, yaitu Driver Satu Aspal atau DSA, ada juga komunitas Rahayu. Kemudian dua komunitas ini bergabung menjadi satu menjadi DSA Rahayu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, musibah banjir di Kalteng telah melanda di 11 kabupaten dari 14 kabupaten/kota di wilayah provinsi tersebut.

Mulanya selama dua pekan banjir di Kalteng melanda di 7 kabupaten, namun kemudian semakin meluas hingga mencapai 11 kabupaten.

Banjir di Kalteng yang berasal dari luapan Sungai Samba dan Katingan yang pada bagian hulunya mengalami hujan dengan intensitas tinggi ini telah merendam rumah belasan ribu keluarga.

Editor: Shakira.

Baca Juga: Status Hukum Ikan Budidaya yang Lepas.
Baca Juga: Bolehkah Menjamak Shalat Sebab Banjir?
Baca Juga: Wanita Haid Mengungsi dalam Masjid, Ini Hukumnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *