Manaqib Imam Muhammad Al Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin

Imam Muhammad Al Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin digelari dengan Al Baqir atau Sang Pembedah Ilmu karena kemampuannya membedah ilmu dan mengeluarkan permata-permata ilmu dari dalamnya, bagaikan orang yang menambang dan mengeluarkan batu permata dari perut bumi. Beliau tidak hanya mampu menjelaskan tentang suatu hukum, tapi juga mengurai hikmah dari ditetapkannya hukum tersebut.

Oleh: Khairullah Zain *)

IMG 20220220 133136 150x150 - Manaqib Imam Muhammad Al Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin

Suatu kali, seorang sahabat Nabi bernama Jabir bin Abdullah mendatanginya, dan berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaih wa aalih wa sallam menitip salam untukmu”. Dia heran, bagaimana bisa datuknya yang wafat jauh sebelum ia dilahirkan menitip salam untuknya.

Kelahiran dan Kemuliaan Nasab Imam Muhammad Al Baqir

Sayyidina Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anh pun bercerita: Suatu kali, aku duduk di samping Rasulullah shallallahu ‘alaih wa aalih wa sallam. Ketika itu Al Husein bermain di pangkuannya. Rasulullah kemudian bersabda, “Wahai Jabir, kelak ia akan punya anak bernama Ali. Ketika hari kiamat kelak ada panggilan, ‘pimpinan para ahli ibadah hendaklah berdiri’, maka anaknya ini pun berdiri. Anaknya ini akan mempunyai putera bernama Muhammad. Bila kamu bertemu dengannya, sampaikan salamku untuknya”.

Kisah di atas dikutip Al Imam Al Habib Ahmad bin Zein Al Habsyi dalam Syarh ‘Ainiyyah, ketika mengulas manaqib Imam Muhammad Al Baqir.

Imam Muhammad Al Baqir seorang yang berdarah Ahlul Bait dari pihak ayah dan ibu. Bila ayahnya adalah Imam Ali bin Imam Al Husein, maka ibunya adalah Fathimah binti Imam Al Hasan. Dua darah mulia, Al Hasan dan Al Husein mengalir di tubuhnya.

Dilahirkan di Madinah pada Jum’at, 2 Safar 57 Hijriah, dia berusia 3 tahun ketika kakeknya, Imam Al Husein dan beberapa keluarganya dibantai di Karbala.

Penyebab Imam Muhammad Digelari Al Baqir.

Imam Muhammad digelari dengan Al Baqir atau Sang Pembedah Ilmu karena kemampuannya membedah ilmu dan mengeluarkan permata-permata ilmu dari dalamnya, bagaikan orang yang menambang dan mengeluarkan batu permata dari perut bumi. Beliau tidak hanya mampu menjelaskan tentang hukum, tapi juga mengurai hikmah dari hukum.

“Beliau termasuk orang yang terkumpul padanya ilmu, amal, kebesaran, kemuliaan, ketenangan, dan terpercaya. Dan beliau punya kelayakan atas imamah (kepemimpinan),” kata Adz Dzahabi dalam Siyar ‘Alam an Nubala.

Teramat banyak untaian kalam hikmah yang diriwayatkan pernah terpancar dari lisan Imam Al Baqir. Berikut beberapa diantaranya:

“Tidaklah kesombongan masuk dalam hati seseorang, kecuali ia akan mengurangi akalnya, sekedar kesombongan tersebut, atau lebih.”

“Tidak ada ibadah yang lebih utama selain dari menjaga kesucian perut, atau kemaluan,”

“Saudara yang paling jahat adalah yang mendekatimu ketika kau kaya dan menjauhimu ketika kau fakir,”

“Kenali rasa cinta di hati saudaramu dengan bagaimana posisinya di hatimu,”

“Apalah artinya dunia. Ia hanyalah sekedar pakaian yang kau kenakan, kendaraan yang kau kendarai, dan wanita yang kau nikahi.”

“Bila kau ingin kenikmatan langgeng, perbanyak memuji Allah dan bersyukur atas nikmat tersebut. Bila rejekimu lambat, perbanyak istighfar. Bila ada sesuatu yang membuatmu sedih, perbanyak mengucap ‘La Hawla wa La Quwwata illa Billah’. Bila kau takut terhadap suatu kelompok, ucapkan ‘Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil’.“

“Sesungguhnya petir dapat menyambar seorang mukmin atau bukan, tetapi tak akan menyambar orang yang berzikir.”

Suatu hari beliau berkata kepada salah seorang putranya:

“Wahai putraku, hindarilah sifat malas dan bosan, karena keduanya kunci keburukan. Sesungguhnya jika engkau malas, tidak akan banyak melaksanakan kewajiban. Jika engkau bosan, tak akan tahan dalam menunaikan kewajiban.”

Statemen-statmennya diatas membuktikan bahwa tidak salah ketika banyak para ulama kelak memuji keilmuannya.

Penghormatan Imam Muhammad Al Baqir Terhadap Sahabat Nabi.

Imam Muhammd Al Baqir, menurut riwayat sangat menghormati Sayyidina Abu Bakr As Shiddiq dan Sayyidina Umar bin Al Khattab. Hal ini tergambar dalam pernyatannya:

“Siapa yang tidak mengucapkan As Shiddiq dibelakang nama Abu Bakar, Allah subhanahu wa ta’ala tidak akan membenarkan ucapannya.”

 “Sesungguhnya aku berlepas diri dari orang yang membenci Abu Bakar As Shiddiq dan Umar bin Al Khattab. Seandainya berkuasa, aku akan mendekatkan diri kepada Allah dengan menumpahkan darah orang-orang yang membenci mereka. Demi Allah, sesungguhnya aku mencintai mereka dan senantiasa memohonkan ampun mereka. Tidak seorangpun dari ahli baitku, kecuali ia mencintai mereka.”

Pernyataannya tersebut membantah keyakinan para ekstremis Syi’ah yang membenci dua sahabat serta mertua Nabi tersebut.

Ibadah Imam Muhammad Al Baqir

Al Baqir juga dikenal sebagai ahli ibadah. Setiap hari, tidak kurang 150 rakaat shalat sunnah didirikannya. Beliau,adalah sebagaimana digambarkan Syekh Ibnu Hajar al Haitami dalam as Shawaiq al Muhriqah mengatakan:

“Beliau menghabiskan usianya dalam ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan telah mencapai kedudukan kaum ‘arif, di mana bahasa tak mampu melukiskan sifat-sifatnya. Beliau banyak memberi penjelasan tentang suluk dan ilmu pengetahuan.”

Imam Muhammad Al Baqir wafat pada 117 –atau riwayat lain 118 Hijriyah, riwayat lainnya 114 Hijriyah- dan dimakamkan di Baqi, berdampingan dengan ayahnya Imam Ali Zainal Abidin. Sesuai wasiatnya, beliau dikafan dengan gamis yang biasa dipakainya untuk shalat.

Imam Al Baqir mempunyai beberapa putera dan dua puteri, yaitu Ja’far, Abdullah, Ibrahim, Ali, Zainab dan Ummu Salamah. Namun, puteranya yang mempunyai keturunan hanya satu, yaitu Imam Ja’far yang dikenal dengan gelar As Shadiq. Insya Allah tulisan berikutnya nanti akan kita ulas manaqib Imam Ja’far As Shadiq.

*) Penulis adalah Founder AMANNA Community 

Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di https://al-zahra.co

Baca Juga: Manaqib Imam Ali Zainal Abidin, Penghulu Para Ahli Ibadah.

Baca Juga: Sejarah Habaib Marga Al Habsyi dan Keturunannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *